Kamis, 19 Mei 2011

identitas

Aku sudah di sini.
Di kota, tempat mu mengenyam pendidikan.
Tempat mu mengembangkan kreativitas, hingga menjadi orang yang handal.
Keberadaanku di sini membuatku merasa semakin dekat dengan jejak-jejak mu.
Keseharianmu. dan segala tentangmu.
Tiap jalan yang ku lewati, ku pastikan juga pernah kau lewati.
Tapi ini hanya sebuah jalan di lalu lintas.
Bukan jalan hidup kita.
Kita sudah terpisah, tanpa pernah utuh tersatukan.
Bukan jarak yang menjadi masalah.
Bukan juga kepribadian satu sama lain.
Melainkian sebuah identitas.
Identitas yang menghancurkan semua citramu yang sempurna di mataku.
Identitas palsu.
-Bandung, Maret 2011-

Jumat, 21 Januari 2011

samar

Semua yang ku lihat adalah kesamaran
Saat ku mulai yakin bahwa ada satu jalan yang tepat di sana,
tiba-tiba saja banyak jalan lain membentang.
Membuat ku harus kembali memutar otak.
Aha, ataukah aku harus merasakaanya dengan hati?
Oh tidak bisa! Hati ku sudah mati.
Bagaimana dengan diri mu?
Apakah jarak pandang mu juga tertutup kabut yang tebal?
Begitu tebal,
hingga kau tak mampu melihat ataupun merasakan dengan jelas
kehangatan yang siap menyambutmu di jalan antara pepohonan itu.
-nadia-21012011

huruf "menara Eiffel"

satu per satu aku tahu hasilnya
diawali kecemasan dan berbagai asumsi, baik positif maupun negatif
namun kemudian dag dig dug segera berganti dengan kelegaan
senyum sumringah sudah pasti dapat terlihat di paras ku
ternyata, huruf berbentuk menara Eiffel itu lah biang kerok nya.

:) Alhamdulilah, konstan. tetap ada satu yg tidak menara Eiffel.

miscommunication

komunikasi, masi tetap saja menjadi serangan di antara kita.
sangat sulit ditaklukan walaupun telah dibuat seminimal mungkin kesalahan
sangat sulit diterjang walaupun sudah sering dilakukan serangan balik
ya, semoga kita mau dan mampu terus belajar dari si musuh yang satu ini.

karena aku..

Kalo aku rewel, itu wajar!
Karena aku hanya ingin yang terbaik untuk mu.
Kalo aku diam, bukan aku tak peduli!
Karena aku sedang berpikir bagaimana memberitahu bahwa kau salah. Namun, tetap tidak menyakiti perasaan mu.
Kalo aku menyendiri, bukan aku sombong!
Karena justru aku sedang berkecamuk dengan hati ku sendiri dan tak ingin kau kena imbasnya.
Kalo aku menangis, bukan aku cengeng!
Karena aku hanya sangat lega memiliki kamu yang bisa mendengarkan keluh kesahku.
Kalo aku tersenyum riang, tentu saja itu kerena kamu!
Karena kamu mampu mengubah bayangan gelap menjadi lebih berwarna.
Dan kalo aku harus jujur, bukannya gombal!
Karena aku tulus, sayang kalian!
:)

sekalipun

Aku akan kembali tersenyum saat ingat canda mu
Sekalipun saat itu begitu berat bongkahan batu yang membebani ku
Sekalipun saat itu begitu sempit ruang untuk melegakan perasaan ku
Sekalipun saat itu, aku hanya bisa mengenangmu tanpa dapat lagi melihat senyummu.

stages of groups

bisa dibilang, kita sudah berada pada tahap "norming"
yang telah didahului oleh "forming" dan "storming"
pada tahap "forming", kita seakan asing satu sama lain
banyak kebingungan dan keresahan dalam benak kita masing-masing
namun kemudian kebingungan dan keresahan itu luntur
dilunturkan oleh keakraban di dalam kebersamaan
mulai membuat tujuan bersama, yaitu masa depan yang sukses.
"storming", kita mencari siapa sosok leader yang bisa menjadi inisiator setiap kegiatan kita
membentuk "clique formation" yang nyaman bagi kita semua
Sekarang, kita sampai pada tahap "norming"
di mana TRUST sudah menjadi kuncinya
saling bekerjasama, di mana setiap dari kita mempunyai perannya masing-masing.
Saatnya melakukan "performing", namun aku enggan untuk "adjourning"
####
love friends
:) :)